Jembrana, 24 September 2026 — Panen Padi Bersama sekaligus piloting penerapan teknologi PMAAS yang digelar Pemerintah Kabupaten Jembrana bekerja sama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Balai Subak Tibubeleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kamis (24/9/2026). Penerapan teknologi pertanian modern melalui Precision Modern Agriculture Advanced System (PMAAS) menunjukkan hasil positif terhadap peningkatan produktivitas padi di Kabupaten Jembrana. Berdasarkan hasil pengujian ubinan di lapangan, penerapan paket lengkap PMAAS mampu meningkatkan hasil panen dibandingkan rata-rata produksi sebelumnya.
Berdasarkan pengujian ubinan langsung di lapangan yang dilakukan secara kolaboratif bersama Badan Pusat Statistik (BPS), perlakuan paket lengkap PMAAS mampu meningkatkan hasil produksi dari rata-rata 7 ton menjadi 10–11 ton per hektare. Sementara itu, pada alokasi benih hibrida melalui PMAAS Plus, produktivitas bahkan tercatat mencapai 12,5 ton per hektare. Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran potensi penerapan teknologi pertanian modern dalam mendorong peningkatan produktivitas sekaligus mendukung pengembangan pertanian berbasis teknologi di Kabupaten Jembrana.
Panen raya secara simbolis dilakukan menggunakan alat dan mesin pertanian (Alsintan) combine harvester. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, S.E., M.M., Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian RI Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc., serta Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P.
Turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Jembrana, Staf Ahli Gubernur Bali, Kepala Dinas Pertanian dari sembilan kabupaten/kota se-Bali, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, BPS Jembrana, Stasiun Klimatologi Bali, akademisi Universitas Udayana, Perum BULOG, PT Pupuk Indonesia, serta para pekaseh dan kelompok tani penerima manfaat.
Penerapan PMAAS di Jembrana menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern dan pendekatan yang lebih presisi. Dengan dukungan teknologi, sarana produksi, benih unggul, serta pendampingan kepada petani, produktivitas pertanian diharapkan dapat terus ditingkatkan.
Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama Kementerian Pertanian RI akan terus mendorong kolaborasi dan inovasi di sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Penerapan teknologi modern di tingkat lapangan diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga menjadi langkah strategis menuju pertanian yang semakin produktif, efisien, dan berkelanjutan.