Pemerintahan 16 Sep 2026

Monev Bantuan Hibah Barang Tahun 2025, Tim Teknis DPPP Jembrana Pantau Pemanfaatan Bantuan Ternak di Delapan Kelompok

A

Oleh Administrator

4 Menit Baca
1 kali dilihat
Monev Bantuan Hibah Barang Tahun 2025, Tim Teknis DPPP Jembrana Pantau Pemanfaatan Bantuan Ternak di Delapan Kelompok

"Melalui kegiatan Monev tersebut, Tim Teknis memberikan arahan dan pembinaan kepada kelompok agar bantuan ternak tetap dipelihara dengan baik, dimanfaatkan secara berkelanjutan, serta dikelola secara kelompok sesuai dengan tujuan pemberian bantuan. Kelompok juga didorong untuk meningkatkan manajemen pemeliharaan, memperhatikan kesehatan dan reproduksi ternak, serta mengantisipasi kendala ketersediaan pakan, khususnya pada kondisi musim kering."

Jembrana, 16 September 2026 – Dalam rangka memastikan bantuan hibah barang yang bersumber dari APBD Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2025 dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya, Tim Teknis Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) bantuan hibah barang Tahun 2025.

Kegiatan Monev dilaksanakan mulai tanggal 7 September sampai dengan 16 September 2026, dengan pelaksanaan kunjungan lapangan pada hari kerja. Tim Teknis melakukan kunjungan secara langsung ke kandang dan lokasi kelompok penerima bantuan yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Jembrana.

Monev dilaksanakan pada delapan kelompok penerima bantuan, yaitu Kelompok Tani Ternak (KTT) Tinyeb Asri Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara; KTT Mekar, Banjar Ketapang, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara; KTT Mekar Sari, Banjar Munduk Bayur, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya; KTT Sampi Merta Sari, Banjar Tibusambi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo; KTT Babi Mandiri, Banjar Pengeragoan Dangin Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan; Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Danu Merta, Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara; KTT Anggrek Raya, Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo; serta Kelompok Tani Merta Jaya, Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara.

Bantuan yang diterima oleh kelompok berupa ternak dengan jenis dan jumlah yang berbeda. KTT Mekar Sari dan KTT Sampi Merta Sari masing-masing menerima bantuan 20 ekor sapi. Sementara itu, KWT Sekar Danu Merta dan KTT Babi Mandiri masing-masing menerima bantuan 40 ekor babi. Bantuan kambing masing-masing sebanyak 54 ekor diterima oleh KTT Anggrek Raya dan Kelompok Tani Merta Jaya. Sedangkan KTT Tinyeb Asri dan KTT Mekar masing-masing menerima bantuan 320 ekor ayam.

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilakukan melalui pemeriksaan langsung terhadap kondisi dan keberadaan ternak, pemantauan pemanfaatan bantuan oleh kelompok, wawancara dengan pengurus dan anggota kelompok, serta identifikasi perkembangan usaha dan kendala yang dihadapi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan bantuan yang telah diberikan dapat memberikan manfaat dan mendukung keberlanjutan usaha peternakan kelompok.

Dari hasil pemantauan di lapangan, secara umum bantuan ternak telah dimanfaatkan oleh kelompok penerima sesuai dengan peruntukannya dan menunjukkan perkembangan. Pada kelompok penerima bantuan ayam, ternak telah mulai berproduksi dan menghasilkan telur. Namun, kelompok menghadapi kendala berupa kenaikan harga pakan, yang berdampak terhadap biaya pemeliharaan dan usaha produksi telur.

Pada kelompok penerima bantuan sapi, hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian ternak telah mengalami perkembangan reproduksi dan beberapa ekor telah bunting. Di sisi lain, masih ditemukan ternak yang memerlukan perhatian dan penanganan lebih lanjut agar kondisi ternak tetap terjaga dan produktivitasnya dapat dipertahankan.

Sementara itu, pada kelompok penerima bantuan babi, perkembangan usaha menunjukkan hasil yang cukup baik. Ternak babi yang dipelihara oleh kelompok telah mengalami panen hingga dua kali, dan sebagian kelompok bahkan telah melakukan pembelian bibit kembali sebagai upaya untuk melanjutkan siklus usaha peternakan babi.

Untuk kelompok penerima bantuan kambing, hasil pemantauan menunjukkan bahwa ternak induk telah berkembang dan sebagian sudah beranak. Meskipun demikian, kelompok menghadapi kendala dalam penyediaan pakan, terutama karena kondisi kekeringan yang menyebabkan ketersediaan hijauan pakan ternak menjadi terbatas.

Melalui kegiatan Monev tersebut, Tim Teknis memberikan arahan dan pembinaan kepada kelompok agar bantuan ternak tetap dipelihara dengan baik, dimanfaatkan secara berkelanjutan, serta dikelola secara kelompok sesuai dengan tujuan pemberian bantuan. Kelompok juga didorong untuk meningkatkan manajemen pemeliharaan, memperhatikan kesehatan dan reproduksi ternak, serta mengantisipasi kendala ketersediaan pakan, khususnya pada kondisi musim kering.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan dan pemanfaatan bantuan hibah barang Tahun 2025 sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam meningkatkan efektivitas program bantuan kepada masyarakat. Selain itu, Monev menjadi salah satu bentuk pengawasan dan pendampingan pemerintah agar bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat secara optimal serta mendukung peningkatan usaha dan kesejahteraan kelompok penerima bantuan peternakan di Kabupaten Jembrana.

Galeri Foto

#Pemkab Jembrana #Peternakan